Rabu, 27 Juli 2011

sumur terdalam di dunia


Saya kebetulan lagi jalan2 di Google, eh ketemu dengan info tentang ada sumur terdalam di dunia. yah,,, Namanya Chand Baori yang merupakan sumur terkenal terletak di desa dekat Abhaneri Jaipur di negara bagian Rajasthan India.
Candi ini dibangun pada abad ke-9 dan memiliki 3.500 langkah dengan kedalaman 100 meter. Ini adalah contoh keunggulan arsitektur yang menakjubkan di masa lalu. Check it out




SATPOL PP dan PKL



Suatu ketika, SATPOL PP bikin ulah lagi. Kali ini target operasinya di sebuah pasar tradisional yang udah ada Perda bahwa pedagang tidak di izinkan untuk beraktivitas dagang di lokasi tersebut. Ada penjual langsat. Belum sempat melarikan diri, barang dagangannya di hambur oleh PP. Karena dianggap melawan, salah seorang Satpol PP mengambil sebuah langsat dan dimasukkan ke lubar “ubur” (pantat) si pedagang kecil. Ia pun menagis dan berteriak histeris. Tak puas dengan ulahnya, SatPol PP melangkah ke jalan berikutnya, mereka menemukan penjual salak. Seperti biasa, salah seorang PP memasukkan barang dagangan tersebut ke dalam pantat pedagang. Anehnya, pedagang tersebut tidak marah, mengangis dan berteriak kesakitan. Tapi justru tertawa terbahak-bahak. Ketika ditanya PP “Kenapa kamu tertawa?” tanya PP. “Hehehe, pak-pak... saya tertawa membayangkan, di sebelah saya ada teman yang lagi jualan Durian. Kasihan pantatnya bakal di masukkin durian... kikikikik” lucon si pedagang.

TATTOO Dan Pemaknaanya



Secara historis, tatto adalah salah satu tradisi yg hampir ada di setiap suku bangsa di negeri ini, bahkan di seluruh dunia. Dalam tradisi suku, tatto seringkali dimaknai sebagai simbol strata sosial, ritus peralihan, lambang kepahlawanan, tanda bahwa seseorang telah menginjak dan berpetualang ke negeri komunitas lain, bahkan juga sebagai laku spiritual.
Dalam komunitas Dayak misalnya, tatto yg terdapat pada kedua belah tangan atau pada ibu jari, itu berarti bahwa orang tersebut telah berperang dan berhasil mengayau dan memotong kepala musuhnya.
Tapi saat ini tatto sudah dikomodifikasi menjadi semacam pop culture (gaya, mode, fashion) untuk kepentingan jualan dan popularitas. Tatto David Beckham, Wayne Rooney, dan juga (mungkin) tatto lumba2nya Luna Maya msk dlm kategori ini, hehe...
Sayangnya oleh orde baru, tatto diasosiasikan dengan kriminalitas. Seorang pelaku kriminal akan ditatto untuk menandai kejahatan apa yang pernah ia perbuat. Dan ini yang tertanam di sebagian besar kepala kita hingga saat ini, bahwa tatto = kriminalitas...

UNIKnya Di Indonesia



Di seluruh dunia Islam, Idul Fitri memiliki kesamaan (Konsep), namun Lebaran hanya terjadi di Indonesia. Dia sangat khas. Lebaran merupakan terjemahan kreatif budaya Indonesia dari segenap simbol-simbol Islam yang ada. Lantunan Takbir yang unik terdengar dimana-mana, sambil bertakbir, iringan musik lokalpun ikut menghiasi, gamelan dan lain-lain, sungguh menyayat hati.
Coba kita lihat kebiasaan orang Indonesia dalam pentas lebaran. Kita akan menemukan arus mudik, penumpang berdesakan, raup wajah yang terlihat kelelahan, bawaan berat dan mata berbinar-binar karena kembali ke kampung halaman. Sama seperti di negeri-negeri lain, pada 1 syawal, orang-orang berpogo-pogo ke lapangan. Menariknya, hampir seluruh lapangan digunakan untuk shalat Ied (mungkin juga, banyak orang yang tidak biasa shalat wajib tiba-tiba muncul sebagai peserta Ied. Sungguh istimewa). Ada lagi, banyak di antara mereka yang berziarah ke kuburan. Mereka datang dengan berpakaian bagus, rapih, (mungkin baru beli, hasil THR atau apalah) lalu menabur bunga sembari bermunajat kepada Tuhan sebisanya.
Mungkin juga, hanya di Indonesia lebaran dijadikan sebagai hari spesial untuk melakukan silaturahim, ini biasa dikenal dengan sebutan halal bi halal, bahasa Arab yang kita Indonesiakan. Penguasa, yang kebiasaannya berkomentar bahwa inklusivitas (keterbukaan) harus diaplikasikan, namun sambil menutup rumahnya, pada momen lebaran justru membuka rumah (open house) dan menutup komentarnya tentang inklusivitas. Hampir setiap rumah (bahkan hati dan mulut) terbuka lebar. Orang-orang yang meng-dan-ter-marginalkan sibuk mengobral senyum. Mereka bersalaman. Semua makhluk Tuhan menjalin silaturahim. Mulai dari karib kerabat, tetangga, kenalan, bahkan hewan sekalipun (bisa kita lihat di kebun binatang yang di jadikan tempat wisata) ramai dikunjungi. Sungguh luar biasa.
Sebenarnya, konsep yang terbaik adalah konsep Lebaran dari pada idul fitri. Lebaran berbeda dengan idul fitri. Lebaran sejenis idul fitri dari berbagai macam pola dan konsep idul fitri yang ada di seluruh dunia. Dengan kata lain, tradisi mudik, ziarah, dan bersalaman adalah konsep lebaran. Ketiganya bukanlah amalan idul fitri, namun, sekali lagi dia hanya tradisi lebaran. Mudik, silaturahim, dan ziarah kubur adalah kreasi bangsa yang istimewa. Ketiganya berfungsi sebagai obat untuk manusia modern, seperti kita. Yang terpengaruh dengan pola pragmatism, matrealistik, dan keracunan dunia. Semoga.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Kamis, 21 Juli 2011

Cara Install Windows XP di Laptop/Notebook SATA #2


June 21, 2011 by jejenk


Step # I :

Download software dibawah ini :

NET Framework 2.0
N Lite
SATA Driver

Step # II :

  1. Install terlebih dahulu .Net Framework 2.0
  2. Baru install N Lite
  3. Extrak File SATA Driver yg sdh di download dan disimpan di dalam satu direktori

Step # III :

  • Jalankan Program N. Lite
  • Program N Lite akan mengenali keberadaan .Net Framework 2.0 dan akan masuk ke menu N Lite bila ditemukan. Bila tidak ditemukan maka anda akan diminta menginstall .Net Framework 2.0
  • Setelah N Lite berjalan, pada langkah awal anda akan diminta memilih menu bahasa yang akan digunakan, pilih saja English
  • Kemudian masuk kemenu untuk mencari dimana di letakan CD WIndows XP yang akan dipakai untuk instalasi. CD XP yang dipakai haruslah yang benar benar bisa berjalan secara normal, karena apabila CD XP ini ada masalah, hasil dari CD Bootable nanti akan tidak sempurna jalannya.
  • Setelah anda memilih dimana drive CD WIndows XP berada, maka N Lite akan mengenali jenis Windows XP yang dimasukan, bila informasinya sudah benar, maka anda tinggal Next kelangkah selanjutnya.
  • Pada menu Import, lewatkan saja langkah ini, lanjut ke langkah seterusnya
  • Anda akan masuk ke menu TASK SELECTION, disini ada beberapa opsi, anda cukup memilih Opsi pada bagian Integrate pilih Driver dan pada Bagian Create Pilih Bootable ISO. opsi yang lain bisa di abaikan
  • Selanjutnya Next, dan anda masuk ke menu INSERT, tekan tombol insert dan nanti akan muncul pilihan single driver dan Multiple driver. Anda cukup pilih SINGLE DRIVER saja. dan anda akan masuk ke Jendela Browse untuk mencari File SATA DRIVER yang tadi sudah anda extrack di direktori tertentu.
  • Di Layar nanti akan di temukan 2 buah File yaitu IAAHCI dan IASTOR, anda pilih saja IAAHCI dan O.k
  • Akan muncul Layar yang berisi informasi Driver driver yang ada di FILE tadi. Pilihlah TEXT MODE DRIVER, dan Pilih semua driver yang muncul dilayar dengan Klik File yang paling atas dan tekan+tahan Tombol SHIFT dilanjutkan dengan pilih File yang paling bawah.
  • Setelah semua driver dipilih dengan menekan tombol O.K maka anda akan kembali ke menu Drivers INSERT, dan teruskan langkah berikutnya dengan menekan Tombol NEXT
  • Selanjutnya Proses Integrasi akan berjalan dan tunggu hingga selesai, setelah selesai tekan tombol next
  • Dilayar berikut anda akan masuk ke menu untuk membuat file ISO
  • Pada bagian anda pilih Creat ISO saja jangan Burn ISO File. Opti yang lain biarkan saja deafult.
  • Isikan nama file iso dan tempat penyimpanannya. dan tunggu proses integrasi file ISO selesai,
  • Setelah ISO selesai dibuat, maka program berakahir dan anda masuk kelangkah selanjutnya untuk membuat CD WINDOWS XP+SATA Driver Menggunakan Nero
  • Masuk Ke Folder dimana file ISO Bootable tadi disimpan, dan Double klik saja file tersebut dan otomatis program NERO anda akan berjalan.
  • Pada pilihan Opti nero jangan pilih Disck at Once tapi pilih saja Track at Once.
  • Pilihlah kecepatan yang bersesuaian dengan kemampuan Kepingan CD anda, jangan terlalu cepat dalam proses Burning CD ISO ini, karena kebanyakn akan gagal.

end of prog…..

Sabtu, 16 Juli 2011

Kampus Idaman? seperti apa sih?


Apa yang terbersit di benak anda ketika pertama kali mendengar kata kuliah? Biasa saja? Ah, saya kira tidak. Buat orang desa seperti saya, kuliah adalah kalimat sakti! Kata2 keramat yang bisa menaikkan derajat anda beberapa senti lebih tinggi, serta menjadi lirikan para calon mertua dan suami. Ibaratnya, masa depan yang indah itu tak terlalu susah untuk diraih (definisi masa depan indah adalah gampang cari suami/istri. hahaha! naif)

gambar dari oom Google.com
Apa kuliah saja cukup? Buat sebagian orang mungkin. Tapi bagi sebagian besar lainnya, yang namanya kuliah di kampus ngetop, kampus favorit, tetep jadi embel embel yang tak kalah pentingnya. Mari kita simak dialog berikut :
“Eh, tau nggak sih, si Siwi itu lhooo kuliahnya di kampus favorit”
“eh masa sih??? Siwi anaknya pak Iksan ituuu?”
“iya, yang anaknya sejak dulu emang pinter itu lhooo. dia kuliah di ITS! keren nggak siiih” (sidang pembaca sekalian dilarang protes yaaa)

dan andapun bisa sedikit menegakkan kepala karenanya. Kenapa sedikit? Karena eh karena… Ternyataaa… Kenyataan memang seringkali berlawanan dengan keinginan. Kehidupan kuliah tak seindah yang dibayangkan.
Bahkan di kampus yang dikatakan favorit. Ha! Tentu saja tidak!
Kenapa bisa tidak menyenangkan?
berikut beberapa jawabannya :
1. Ah ini tidak fair! Saya mati matian meraihnya, ternyata hanya gitu gitu aja di kampus! (responden A, tidak mau disebut namanya)
2. Saya kira saya bakalan mendapatkan sesuatu yg benar2 baru di kampus ini selain jas almamater yg dipakai setahun sekali itu! (responden B, juga tak mau disebut namanya)
3. Mbosenin. kalo nggak terpaksa gara gara bayarnya mahal, mending jualan es tebu deh (responden C)
4. Capek cari referensi. Bukunya kebanyakan bahasa inggris dan harus ke perpustakaan. Mana sempat? (responden D)
Lha? Kenapa bisa begitu? Apa yang salah? Kenapa bermain facebook (dan aktivitas online lainnya) bisa jauh lebih mengasyikkan daripada aktivitas kuliah? Apa fasilitas di kampus kurang? Apa biayanya kemahalan?apa apa apa apa??? mari kita kupas satu persatu, setajam… silet!

Hmmm… Pastinya masih banyak lagi pertanyaan donks… Nah… Untuk itu, mari mari kita diskusikan masalah ini bareng bareng, dengan kepala dingin (dan nempel tentunya).
Okkkkeeee lets start dari wawancara dengan beberapa narasumber (beberapa dari jawaban atas status saya di Facebook, tentang kondisi kampus idamannya. Yang seperti apa siiih, kampus idaman versi kalian itu?
Narasumber 1 : yang suasananya enak, pergaulan sehat, dan bersahabat, trus fasilitas pendidikan yang mantab.
Narasumber 2 : Jelas ceweknya kudu banyak, n seger seger (tolong dihiraukan, ini jelas mahasiswa dari jurusan minim cewek)
Narasumber 3 : Ruangannya adem, enak buat tidur, fasilitas lengkap, murah
Narasumber 4 : Kalo cari referensi tugas or bahan kuliah gampang, sering ada seminar juga biar update informasi n nambah sertifikat.
Narasumber 5 : Biayanya ndak mahal, fasilitas wifi yg gratis kenceng, lab lab difungsikan maksimal.
Narasumber 6 : fasilitas lengkap, dosennya juga berkualitas, and kurikulumnya juga ngikutin perkembangan zaman ( khusus buat IT).
Narasumber 7 : dosennya cakep cakep dan keren keren, gaul gak gaptek. masa jaman digital, masiiih ada ngandalkan papan tulis pakek kapur, terus materinya difoto kopi. nggak praktis.
Narasumber 8 : yang punya perpustakaan yang up to date, nyaman, plus ngasih wifi gratisan yang lancar jaya.
Narasumber 9 : parkir murah (gratis) tempatnya jauh dari kebisingan
oke oke, saya rasa cukup segitu dulu hasil survey ngawurnya. mari kita beranjak ke pembicaraan serius kali ini (ehem). Dan ini menurut pendapat saya, tidak terlalu nyambung dengan hasil survey, tapi beberapa berhubungan erat dan mesra.
1. Fasilitas.
Sebagian besar mahasiswa mengeluhkan kondisi fasilitas di kampusnya. Entah ruang kuliah yang tidak nyaman, kamar mandi yang jorok, atau kelengkapan pendukung kuliah yang tidak representatif. Fasilitas lain? ada contoh neh… salah seorang teman saya bete, karena untuk parkir saja, mereka ditarik biaya keamanan! Hal ini jika tidak diperhatikan, tentu saja bisa membuat mahasiswa malas untuk ke kampus.
Sebagai mahasiswa, tentu nggak cuman kuliah saja aktivitasnya. Kegiatan ekstra kampus tentu sangat mendukung. Mengingat, setelah lulus nanti kita tidak melulu mengulang materi yang diberikan selama di ruang kelas. Mahasiswa, sebagai manusia juga perlu yang namanya bersosialisasi, belajar berorganisasi, menyalurkan bakat dan kesukaan. Selain menambah wawasan, kegiatan semacam ini tentunya bisa menjadi obat stress (atau malah nambahi stress :D ), juga membantu menambah soft skill dan jaringan.
ada teman yang bilang, kampus itu enaknya ya kayak MALL. iya, MALL! dengan one stop education center. Mau cari buku, ya tinggal ke ‘bookstore’ alias perpus, dan bukunya tentunya harus lengkap dan up date. Mau makan, tinggal ke foodcourt. Foodcourtnya, ya tentu saja yang bersih, higienis, terjangkau, bebas pengamen, plus menunya beragam, kalo bisa menu dari sabang sampe merauke ada. hehe…
Mau presentasi, sediakan tempat seperti teater dengan peralatan audio video yang memadai. Hm… presentasi jadi makin asoooyyy.
Mau presentasi? ada taman segar dan hijau yang enak dipandang. ATM center harus ada juga donk! deket sama student center untuk pusat kegiatan mahasiswa. Ah… kampus surga banget!
Ah ya!
Salah satu fasilitas penting yang dianggap kurang memuaskan, tentu saja adalah kemudahan mendapatkan referensi untuk tugas mereka. Terutama untuk jurusan jurusan yang bukan ‘mainstream’. Jurusan saya, contohnya. Kuliah di teknik perkapalan itu lumayan menyiksa untuk cari referensi. Diktatnya sebagian besar masih diktat buku setebal gaban, yang nyarinya harus sabar membolak balik satu per satu. Adudududuuuh… ITU SANGAT TIDAK EFISIEN! Silakan memakai kata ‘melatih kesabaran’ anda buat sebagai pembenaran kalo anda tidak sepakat dengan saya. Tapi pleeeaseee… masih terlalu banyak hal yang bisa lakukan selain mbolak balik buku instead of ‘search’. Ada sih, beberapa referensi digital, tapi kebanyakan masih berbahasa inggris (buat beberapa nggak masalah, buat sebagian besar lain, masalah besar dan membuat mereka lebih nyaman memakai buku saja). Harus bolak balik ke perpus, buat beberapa orang sangat nggak efisien. Belum lagi jika koleksinya tidak up to date. oh boyyy… itu sangat menyiksa!
cari cari nggak dapet dapet juga , akhirnya putus asa dan stress!
Lantas bagaimana? namanya juga era digital… ha mbok ya menyesuaikan dengan kebutuhan era digital itu sendiri…
Komputer (dan internet, tentu saja) telah membantu kita, sangat sangat sangat membantu dalam banyak hal, termasuk juga mencari informasi dan referensi tugas, serta diktat, dengan penghematan waktu yang luar biasa! Digital library yang sudah diterapkan di beberapa kampus menjadi tempat jujugan yang asoy karena disana ada bermacam macam jurnal (entah lokal entah asing) yang bisa diundur gratis dan bebas disebar luaskan dengan mudah. Dengan adanya free digital library, dan dosen serta adminnya yang rajin mengunggah entah materi kuliah entah jurnal, maka mahasiswa tidak bisa lagi memakai alasan “cari referensinya susah” ketika tidak mengerjakan tugas.
Selain itu, faktor dosen juga berpengaruh besar lho. Dosen yang bisa menjadi sahabat untuk mahasiswanya, tentu lebih mudah dalam mentransfer ilmunya. Dosen adalah salah satu faktor terbesar kenapa mahasiswa bisa sampai terlelap selama kuliah, hingga penyerapan ilmunya kurang, ataupun gagal sama sekali. Memakai kalimat “lho, kalian kan sudah mahasiswa, kenapa bergantung pada dosen”, sangat nggak oke untuk jadi pembenaran atas hal ini.
lagi lagi, saya memakai istilah jaman digital. Jaman digital seperti ini, yang namanya dosen ya gak gahul kalo nggak punya akun di berbagai social networking. istilah lainnya : Nggak eksis. Hehe, jadi, tolong bapak bapak dosen, please deh, yang belum punya blog, twitter, facebook, buruan join ke komunitas digital itu, karena mahasiswa kalian banyak yang nongkrong disana. Percaya deh, kehadiran kalian itu bagaikan angin surga di tengah tengah banjirnya remaja alay dengan status bikin memble. Berbagi ilmu itu nggak melulu di dalam kelas n asistensi lho Pak… manfaatkan social networking untuk sharing ilmu njenengan. Biar ndak mahasiswanya aja yang bisa menikmati guyuran ilmu sampeyan.
(Fyi, beberapa waktu yang lalu saya juga sempat ‘meracuni’ dosen untuk ngeblog, dan beliau bersedia. yayyy!!!).
ada yang lain? nah! ini dia yang menurut saya pentiiing banget! Kampus itu harus mendukung mahasiswanya untuk giat berwirausaha! Biar ndak tergantung pada lowongan kerja dari perusahaan ini dan itu. Mahasiswa itu harus mandiri, rek! Sekalian, cari kerja dan kuliah, kenapa enggak? masa udah tua masih ngerepoting orang tua aja! (awas, jangan bilang “kewajiban orang tua itu mbak”, sumpah! prang seumur anda nggak pantes banget rasanya kalo bilang kayak gitu)
sering sering dong, yang namanya kampus itu bikin lomba, entah di bidang apapun. Bagaimanapun, yang namanya manusia sering mudah dipacu dengan rasa kompetisinya. Plus, hadiah, tentu saja. (contohnya ya, lomba blog yang diadakan Universitas Islam Indonesia ini).
oiya… coba liat ilustrasi berikut deh…
Ilustrasi 1 : Seorang dosen, mengelap keringatnya dengan sapu tangan lusuh dari saku celananya. Capek benar dia menerangkan teori tentang kekuatan konstruksi kapal kepada mahasiswanya yang juga tidak tampak mengerti dengan penjelasannya.
padahal dia menjelaskan sampai berbusa dan hampir marah karena tak seorangpun yang bisa menjawab pertanyaannya. Tak hanya berbusa, stok kapur tulis sudah habis, spidol pun telah pudar warnanya.
Malas, diapun mengakhiri jam pelajaran sebelum waktunya, dengan memberi tugas tentu saja. Tugas yang mahasiswanya tak pernah mengerti apakah tugas tersebut dikerjakannya dengan benar atau tidak
Mahasiswanya? sebagian bersorak, sebagian manyun. Manyun? dia tidak mengerti penjelasan dosennya, dan merasa tak punya waktu mengunjungi perpustakaannya yang koleksi bukunya jutaan tapi penataan katalognya kacau. Mahasiswa itu berfikir “Ah, buang buang waktu saja aku kesana. paling yang ada referensi tahun 1945. Daripada gitu sih mending aku kerja, dapet duit. Biaya kuliah makin lama makin mahal, kalo ga kerja, bisa bayar darimana coba? tugas? aaah… gampang. Mbacem punya teman saja dah” Mahasiswa tersebut langsung cabut, pulang ke kost. Tidak ada kegiatan menarik, tempatnya yang panas gersang dengan makanan dengan harga mahal dan tarif parkir yang gila gilaan membuatnya tak betah di kampus.
daaan… bandingkan dengan yang berikut ini!
Dosen tersebut umurnya diperkirakan 45 tahun, tampak dengan mata berbinar mendengarkan presentasi mahasiswanya, sesekali dia nimbrung pada diskusi yang kadang memanas, yak! mahasiswanya sedang memperdebatkan penjelasan tentang topik yang dia tugaskan pada kuliah minggu lalu. Sesekali juga, dia menjelaskan kenapa, apa dan bagaimana yang seharusnya, dengan berbagai referensi dalam bentuk pdf. Gaya menjelaskannya santai dan tak terkesan menggurui. Pun dia juga menerima pendapat mahasiswanya dengan tangan terbuka. Kuliah ditutup degan tepuk tangan. Dan sang Dosen memberikan tugas, untuk dibahas dalam presentasi di pertemuan berikutnya. “Terimakasih, mahasiswaku. Kalian luar biasa! Untuk tugas minggu depan, beberapa bahan referensi sudah saya upload di blog saya. Silakan tugas diupload sebelum hari Senin pukul 22.00, selasa pagi kita bertemu lagi, dengan diskusi yang lebih panas lagi.Presentan terbaik akan mendapatkan bingkisan kecil dari saya. Jika ada kesulitan dan perlu bantuan dalam mengerjakan tugas, silakan tanya lewat Facebook atau twitter, ym saya juga online dari pagi hingga sore. kalo pertanyaannya panjang, dikirim lewat email saja.”
Mahasiswanya bersemangat mengakhiri kuliah, lantas menuju taman asri dengan koneksi wifi super kencang dan gratis, untuk mengunduh konten tugas, dan ehm… skype-an sama pacar di kampus lainnya. yang tak punya laptop, cukup ke lab komputer terdekat, akses internet gratis dengan cukup menggesek Kartu Tanda Mahasiswa dan melewati pemindai sidik jari, siap dinikmati.
Dosen senang, kerjanya tak terlalu berat, mahasiswapun riang. Banyaknya seminar dan kegiatan ekstrakurikuler, serta simulasi kewirausahaan, membuat kehidupan kampus tetap berdenyut hingga malam hari.
Ditunjang dengan pelayanan di kampus yang satu atap, mengurus apapun mudah. Mengecek IP tiap semesterpun bisa melalui sms. What a dreaaam college!
Naaaahhh… hayo… yang menurut anda kampus idaman yang mana? yang kampus favorit yang mana? Jujur, ilustrasi kedua adalah kampus dalam imajinasi saya, semoga terwujud tidak lama lagi, semoga pendidikan kita makin maju, dengan semangat mahasiswanya mencari ilmu (tidak sekedar gelar lantas dipakai korupsi)
okey, kita sudah ngoceh berbusah busah, selanjutnya, mari kita rangkum, kriteria kampus idaman versi saya (dan beberapa teman di Facebook) tadi.
Kampus idaman/ Kampus Favorit itu, seharusnya :
1. Tempat kuliah yang bersih, memadai dan nyaman serta modern, dilengkapi taman untuk relaksasi (bukan pacaran lho ya! :mrgreen: ), tempat parkir aman dan terkelola dengan rapi.
2. Memiliki referensi yang lengkap, terkini, serta mudah dalam mengakses jurnal, diktat kuliah, terutama dalam bentuk digital. Dosen dianjurkan memiliki sebuah blog.
3. Banyak presentasi ataupun diskusi dengan materi yang up to date
4. Dosen harus kreatif, gaul dan mengikuti perkembangan teknologi (misal:memanfaatkan social media dalam berinteraksi dengan mahasiswanya). Juga bisa berperan sebagai partner yang bersahabat dengan mahasiswanya.
5. Akses internet gratis dan kencang. Baik wifi maupun sarana laboratorium komputer untuk akses gratis.
6. Materi kuliah dan kurikulum yang up to date
7. Sering diadakan seminar penunjang kuliah dan pelatihan kewirausahaan dengan mahasiswa sebagai Event Organizernya.
8. Pelayanan administrasi satu atap yang selain memudahkan pelayanan administratif, juga menghemat biaya operasional itu sendiri.
Hayooo… siapa yang ndak suka punya kampus seperti ini? oiya, satu pertanyaan saya untuk Universitas Islam Indonesia (penyelenggara Lomba Blog UII), apakah UII sudah siap (atau memang sudah sesuai) dengan beberapa tuntutan menjadi kampus idaman seperti yang sudah saya sebutkan?
semoga sudah ya… saya rasa, diawali dengan membuat lomba blog seperti ini, menunjukkan itikad baik untuk menjadi yang lebih baik dan lebih baik lagi, bukankah dunia terus berkembang? Mari sama sama jadikan pendidikan di negara kita, Indonesia, bisa sejajar dengan negara negara yang sudah maju terlebih dahulu. Yuk mariii…
postingan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog UII. Anda belum ikut? buruan ikut! Kalah menang, anda sudah berkontribusi dalam usaha memajukan pendidikan di Indonesia lho! Silakan sumbangkan komentar, baik setuju atau bertentangan, tidak masalah. toh, semua itu akan memperkaya kita. Ya ndak?
las but not least, doakan saya menang ya!

legenda

Legenda Ular n’Daung

Legenda Ular n'DaungDahulu kala, di kaki sebuah gunung di daerah hiduplah seorang wanita tua dengan tiga orang anaknya. Mereka sangat miskin dan hidup hanya dari penjualan hasil kebunnya yang sangat sempit. Pada suatu hari perempuan tua itu sakit keras.
Orang pintar di desanya itu meramalkan bahwa wanita itu akan tetap sakit apabila tidak diberikan obat khusus. Obatnya adalah daun-daunan hutan yang dimasak dengan bara gaib dari puncak gunung.
Alangkah sedihnya keluarga tersebut demi mengetahui kenyataan itu. Persoalannya adalah bara dari puncak gunung itu konon dijaga oleh seekor . Menurut penduduk desa itu, ular tersebut akan memangsa siapa saja yang mencoba mendekati puncak gunung itu. more…

Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai zaman kejayaannya

Hayam WurukDyah adalah raja keempat Kerajaan yang memerintah tahun 1351-1389, bergelar Maharaja Sri Rajasanagara. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan mencapai zaman kejayaannya.
Silsilah Hayam Wuruk
Hayam Wuruk adalah putra pasangan Tribhuwana Tunggadewi dan Sri Krtawardhana (Cakradhana). Ibunya adalah putri pendiri Majapahit, sedangkan ayahnya adalah raja bawahan di bergelar Bhre Tumapel.
Hayam Wuruk dilahirkan tahun 1334. Peristiwa kelahirannya diawali dengan gempa bumi di Pabanyu Pindah dan meletusnya Gunung Kelud. Pada tahun itu pula Gajah Mada mengucapkan .
more…

Cerita Nama Buleleng dan Singaraja

Cerita Buleleng dan SingarajaPada jaman dahulu di Pulau , hidup seorang raja yang bergelar Sri Bagening. Sang Raja memiliki banyak istri, dan istri terakhirnya bernama . Pasek berasal dari Desa Panji, dan masih keturunan Kyai Pasek Gobleng. Suatu waktu, Pasek mengandung. Oleh suaminya, ia dititipkan kepada Kyai Jelantik Bogol. Tak berapa lama, anaknya pun lahir. Anak itu diberi nama I Gede Pasekan.  I Gede Pasekan mempunyai wibawa besar sehingga sangat dicintai dan dihormati oleh pemuka masyarakat maupun masyarakat biasa.

Legenda Si Lancang

Legenda Si LancangAlkisah tersebutlah sebuah ,di daerah pada zaman dahulu hiduplah dengan ibunya. Mereka hidup dengan sangat miskin. Mereka berdua bekerja sebagai buruh tani.
Untuk memperbaiki hidupnya, maka Si Lancang berniat merantau. Pada suatu hari ia meminta ijin pada ibu dan guru ngajinya. Ibunya pun berpesan agar di rantau orang kelak Si Lancang selalu ingat pada ibu dan kampung halamannya. Ibunya berpesan agar Si Lancang jangan menjadi anak yang durhaka.
Si Lancang pun berjanji pada ibunya tersebut. Ibunya menjadi terharu saat Si Lancang menyembah lututnya untuk minta berkah. Ibunya membekalinya sebungkus lumping dodak, kue kegemaran Si Lancang.
more…